Ia begitu berterima kasih kepada Tujuh Kurcaci sehingga ingin memasakkan sesuatu yang istimewa untuk mereka.
" Mungkin nanti malam kita bisa menyantap pai goosebrry !" ia berkata kepada teman-temannya setelah Tujuh Kurcaci tersebut berangkat bekerja. Hewan-hewan kecil itu mengangguk setuju. Bersama-sama mereka meninggalkan pondok dan berjalan menuju hutan untuk memetik beri. Dengan dibantu semua temannya, Putri Salju bisa dengan cepat memenuhi keranjang berinya. Lalu ia duduk diantara bunga-bunga yang beraroma harum sambil menghela nafas, "Betapa berbedanya hidupku sekarang." katanya.
"Aku sama sekali tidak kehilangan istana megah itu. Aku suka tinggal di pondok kecil yang lucu ini. Rumah tidak perlu mewah untuk menjadi tempat tinggal yang membahagiakan. Ingat itu !"
Hewan-hewan itu bertukar pandang. Mereka mulai menarik-narik gaunnya, mengajaknya berdiri.
"Ada apa, teman-teman ?" ia bertanya kepada mereka
"Oh! apakah kalian ingin menunjukkan tempat tinggal kalian semua ? Dengan senang hati aku akan melihatnya!" katanya senang.
Dua burung biru mendapat giliran pertama. Sambil berkicau gembira, mereka berputar-putar disekitar sarang mereka yang dibangun dalam lubang nyaman disebuah pohon tak jauh dari situ.
"Bagus sekali sarang kalian!" pekik Putri Salju. Kedua burung itu tampak senang.
Berikutnya giliran rusa-rusa muda.Sambil menarik gaun Putri Salju, mereka membawanya ke padang rummput hangat yang diterangi sinar matahari.
"Nyaman sekali!" seru Putri Salju dan rusa-rusa muda itu pun mengibaskan ekornya dengan bahagia.
Lalu, para tupai menunjukkan kepadanya lubang dalam pohon tua tempat mereka tinggal. Kemudian kelinci-kelinci dengan bangga memperlihatkan jalan masuk ke dalam liang mereka.
"Kalian semuanya mempunyai rumah yang cantik dan nyaman!" kata Putri Salju, ketika mereka berjalan ke pondok, "Terima Kasih karena memperlihatkannya kepadaku, Kita semua beruntung bisa tinggal di rumah kita yang sekarang, ya kan ?" katanya tersenyum.
Kemudian Putri Salju pun cepat-cepat pulang kerumah untuk menyiapkan painya. Ia tidak sabar menunggu kepulangan Tujuh Kurcaci !
