Meski mereka semua teman baik, Hugo dan Victor selalu menemukan alasan untuk bertengkar dan begitu pun juga dengan hari ini. " Itu nggak masuk akal !" Hugo membentak Victor
"Bukan ! Kau yang nggak masuk akal !" balas Victor.
Victor tadi menyarankan supaya Quasimodo memberitahu Hakim Frollo, majikannya bahwa ia ingin libur beberapa hari. Hugo mengomentari bahwa Frollo lebih suka menjadi gipsi daripada memberi Quasimodo libur sehari. Lalu pertengkaran itu pun memuncak.
" Kan kau yang memulai!" kata Hugo
" Aku yang mulai ?" tanya Victor
" Iya ! Muka Batu " Balas Hugo
" Siapa yang Muka Batu ? Dasar Kepala Batu !" balas Victor
Tiba-tiba siulan keras menghentikan pertengkaran mereka
" Perhatian ! Perhatian !" seru Laverne. "Aku ingin mengajukan usul supaya kalian bisa menyelesaikan pertengkaran ini secara terhormat!"
" Apa itu ?" tanya Quasi
" Kontes bikin mimik lucu." kata Laverne. "Ini peraturannya, Kalian berdua bergantian saling memperlihatkan mimik lucu dan pemenangnya adalah yang pertama kali berhasil membuat lawannya tertawa !"
" Aku duluan !" seru Hugo lalu menjulurkan lidahnya kepada Victor
" Itu sihhh keciiilllll." ejek Victor. Ia menelengkan matanya kepada Hugo
" Apaaan tuhhh !" balas Hugo
" Coba lawan ini!" Hugo menelengkan matanya, mengembangkan lubang hidungnya dan memajukan rahang bawahnya, memperlihatkan sederet miring giginya yang menyeringai seram.
Victor berhasil tidak tertawa melihatnya tapi Quosi tidak bisa menahan ledakan tawanya.
" Sstttt!" bisik Laverne, "Frollo datang !"
" Frollo ?" Wajah Hugo dan Victor memucat dan mereka kembali berubah menjadi batu. Tepat pada saat itu, Frollo berderap masuk, " Ada apa ini !" tanyanya kepada Quosi.
" Nggak ada apa-apa, Pak." jawab Quosi sambil mencoba untuk tidak ketawa, Ia kesulitan bersikap serius karena di belakang Frollo, Victor dan Hugo masih sibuk saling memperlihatkan mimik lucu dan mencoba membuat lawannya ketawa.
" Hmm," gumam Frollo curiga. Ketika ia berbalik untuk pergi, Vctor dan Hugo berhenti memperlihatkan mimik lucu kepada satu sama lain dan mulai membuat mimik lucu ke arah Frollo. Ketika ia sudah pergi, tawa keempat sahabat itu pun pecah.
" Kalian tau nggak?" kata Quosi kepada mereka, "Berkumpul dengan kalian jauh lebih menyenangkan daripada pergi berlibur !"
