Teman Baru
Bayangkan betapa terkejutnya Mulan menemukan anak kucing kecil abu-abu di pohon cemara ketika ia sedang memetik bunga untuk neneknya di padang rumput.
" Oh, malang sekali kau, Apakah kau terjepit ?" tanya Mulan
" Miawwwwww." jawab si anak kucing
Maka Mulan menarik ranting paling bawah dan mengangkat dirinya ke pohon. Memanjat pohon itu tidak mudah tapi akhirnya ia berhasil meraih anak kucing itu. Sambil memeluk kucing kecil itu dengan satu tangannya, ia pun turun, " Nah," kata Mulan sambil mengatur nafas. "Sekarang kau aman."
Dengan lembut ia menurunkan anak kucing itu ke tanah. Sambil menggelitik pelan bagian belakang telinga anak kucing itu, Mulan mendorongnya.
Namun anak kucing yang sangat berterima kasih itu nyaris tidak bergerak malahan sebaliknya, ia duduk di situ menatap Mulan sambil mengerjapkan mata dan mendengkur.
"Ayoo sana," kata Mulan sambil tersenyun," Pasti ada semangkuk susu yang menantimu."
Tapi anak kucing itu tetap tidak bergerak, " Baiklah, kalau begitu, lakukan apa saja yang kamu suka." kata Mulan, seraya mengumpulkan bunga-bunganya. "Aku sudah terlambat dan benar-benar harus pulang,Cobalah jauhi pohon-pohon, pus kecil !" sambil berkata demikian, ia pun berjalan pergi.
'Miaww, miaw, miaw !"
Sekarang, bayangkan betapa terkejutnya Mulan ketika ia memandang kakinya dan menemukan teman barunya berjalan di dekatnya.
"Wah, wah !" Mulan tertawa, "Sepertinya keluarga Fa akan kedatangan tamu kecil !"
Namun tidak semua penghuna rumah Mulan senang kedatangan tamu. Sebut saja anjing Mulan, Adik Kecil. Apalagi ketika anak kucing itu masuk ke rumah dan berbaring di ranjang suteranya.
"Guk ! Guk ! Guk !" ia menggonggong
"Hei, hei," Mulan berkata, "teman kita ini baru saja mengalami kemalangan. Jadilah tuan rumah yang baik dan biarkan lah dia beristirahat dengan tenang, setuju ?"
Namun si anak kucing melakukan sesuatu yang lebih sulit lagi dimaafkan, Ia berjalan ke tempat makanan Adik Kecil dan langsung menghabiskan isinya,
"Grrrrr! Grrrrr ! Grrrrr!" protes Adik Kecil
"Ya ampun," kata Mulan. "Dia mungkin haus juga, Sini, pus," katanya sambil meletakkan semangkuk susu, "Minum ini, ayooo".
Sekarang ini bayangkan betapa terkejutnya Adik Kecil ketika anak kucing itu menggeser mangkuk susu dengan hidungnya yang mungil dan mendekatkannya ke Adik Kecil.
"Miawww," kata si adnak kucing sambil menggeserkannya sekali lagi.
"Lihat, Adik Kecil !" seru Mulan, "Dia ingin menjadi temanmu."
Dan sejak saat itu, mereka pun berteman baik.
